Tips Puasa Ramadhan agar Tidak Mudah Lemah

Umat Islam di Indonesia mulai menjalani ibadah puasa Ramadhan 1443 H pada hari ini. Setiap muslim diwajibkan untuk menunaikan ibadah puasa selama satu bulan penuh. Dalam berpuasa, mereka yang menjalankannya dilarang untuk makan dan minum dimulai dari terbitnya Matahari hingga terbenamnya fajar. Biasanya, pada hari pertama puasa, tubuh akan terasa lesu, dan cepat kehilangan energi karena masih beradaptasi dengan pola makan yang baru. Nah, untuk menyiasatinya, ada beberapa tips sederhana dari ahli gizi Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta Dwi Budiningsari yang bisa Anda coba di rumah. Apa saja? 1. Menjaga makan yang sehat dan seimbang Saat dihubungi Kompas.com, 13 April 2021, Dwi mengatakan, pada hari pertama puasa, disarankan tetap menjaga makan yang sehat dan seimbang sesuai dengan porsi isi piring. Saat sahur, dianjurkan untuk mengonsumsi karbohidrat kompleks dan serat yang membutuhkan waktu lama untuk diubah menjadi energi. "Sehingga energi yang dihasilkan akan bertahan lebih lama dan kita akan merasa kenyang lebih lama," ujar Dwi. Dia mencontohkan, makanan tersebut seperti nasi merah, kentang, roti gandum, biji-bijian, dan kacang-kacangan. Baca juga: Siapa Saja yang Wajib Menjalankan Puasa Ramadhan? Ini Penjelasannya 2. Konsumsi sayur Selanjutnya, dianjurkan untuk meningkatkan konsumsi sayuran hijau, brokoli, wortel, dan lainnya yang kaya akan serat, vitamin, dan mineral. Menurut Dwi, penting untuk memperhatikan asupan protein yang dapat dipenuhi dari sumber hewani maupun nabati seperti ikan, telur, ayam, daging, tempe, dan tahu. Kemudian, mengonsumsi sumber vitamin dan mineral dari buah-buahan, seperti semangka, pepaya, melon, jeruk, jambu, dan buah naga juga tak kalah pentingnya. Sama halnya dengan menjaga asupan air putih 2 liter atau setara dengan 8-9 gelas sehari, diatur mulai dari buka hingga sahur. "Penting untuk memastikan kecukupan cairan dalam tubuh agar tubuh tidak lemas selama berpuasa," ucap Dwi. 3. Perhatikan konsumsi gula Dwi menyarankan agar membatasi konsumsi gula tak lebih dari 50 gram sehari atau setara dengan 4 sendok makan. Pasalnya, hal itu bisa memengaruhi sel imun untuk memerangi penyakit. Berikutnya, juga sebaiknya hindari konsumsi makanan dengan kandungan lemak trans tinggi. "Kurangi makanan atau minuman yang mengandung karbohidrat sederhana, seperti makanan atau minuman yang terlalu manis," kata Dwi. 4. Jangan terlalu banyak makan saat buka puasa Ketika berbuka, disarankan untuk tidak mengonsumsi terlalu banyak makanan. Porsi makan saat berbuka puasa sebaiknya sekitar 10-25 persen dari kebutuhan dalam sehari. "Diikuti makan malam setelah shalat Maghrib sekitar 25-35 persen, snack malam 10-25 persen, sedangkan saat sahur sebesar 20-35 persen kebutuhan sehari," tuturnya. 5. Tetap berolahraga Selama berpuasa, juga disarankan tetap melakukan aktivitas fisik dengan berolahraga agar tubuh tetap sehat dan bugar sepanjang hari. Olahraga dapat dilakukan dengan aktivitas rumah tangga dan senam aerobik ringan hingga sedang, misalnya berjalan kaki selama sepuluh menit setiap hari. "Tidak kalah penting juga memperhatikan istirahat yang cukup yaitu setidaknya 8 jam sehari. Pola tidur selama berpuasa berubah drastis sehingga perlu menjadwalkan waktu tidur secara teratur," kata Dwi. "Hindari tidur terlalu malam agar tetap segar pada saat bangun di waktu sahur," jelasnya.

Bag. Pelayanan dan Pengembangan

18 Apr 2022 | 14:47

8 Keuntungan Berbelanja Dipasar Tradisional

Secara umum pengertian pasar tradisional adalah tempat bertemunya penjual lokal dengan pembeli untuk mengadakan suatu transaksi disertai tawar menawar sehingga tercapai kesepakatan harga. Belakangan ini, pasar tradisional mulai tersingkirkan akibat makin banyaknya minimarket dan supermarket. Bahkan sampai ditempat-tempat terpencil. Nggak heran, keberadaan pasar tradisional mulai dipandang sebelah mata oleh masyarakat. 1. Bisa tawar menawar Nggak seperti di supermarket yang harganya nggak bisa ditawar. Kalau belanja di pasar tradisional kamu bisa bebas menawar harga sesuka kamu. Semakin kamu jago menawar maka semakin murah pula harga barang yang kamu dapat. Di sinilah letak seninya. Walaupun terdengar mudah, padahal tawar menawar nggak mudah juga lho. 2. Lebih Lengkap Dan Banyak Pilihan Barang-barang yang ada di pasar tradisional juga jauh lebih lengkap daripada di supermarket apalagi minimarket. Hampir semua kebutuhanmu ada di pasar tradisional, mulai bahan mentah, sayur mayur, buah-buahan, alat rumah tangga, sampai pakaian dalam pun ada. "Selain bisa nawar dan lebih murah, kalau beli di pasar tradisional itu barangnya jauh lebih lengkap, barang yang nggak ada di supermarket biasanya tersedia di pasar tradisional. 3. Membeli Produk Dalam Negeri Berarti Cinta Produk Indonesia Kalau kamu cinta Indonesia, berarti sudah saatnya kamu mencoba untuk mulai belanja kebutuhanmu di pasar tradisional. Della, ibu dua anak yang juga karyawan swasta ini menjelaskan, kalau barang yang dijual di pasar tradisional rata-rata adalah hasil petani lokal, jadi belanja di pasar tradisional itu sama dengan cinta produk dalam negeri. 4. Produk Lebih Segar Selain lebih lengkap, produk yang ada di pasar tradisional biasanya lebih segar. Itu terjadi karena para pengepul selalu menyetok barang pagi-pagi sekali untuk dijual pada hari itu juga, sehingga barang lebih segar. Dan proses itu berlangsung setiap hari. 5. Enggak Perlu Dandan Atau Pakai Baju Bagus Alasan yang satu ini khusus buat kamu cewek yang biasanya males dandan atau malas ganti baju. Kalau belanja di pasar tradisional, kamu cukup pakai daster aja rasanya nggak jadi masalah. 6. Harga Lebih Murah Belanja di pasar tradisional jauh lebih murah, karena selain bisa kamu tawar, barang yang dijual juga hasil pribumi. Dan yang pastinya bebas PPN guys. 7. Bisa Lebih Akrap Dengan Pedagang Kalau kamu sering belanja di pasar tradisional, biasanya para pedangang akan ingat kalau kamu adalah pelanggan tetap. Tentunya ini menjadi keuntungan tersendiri buat kamu. "Biasanya kalau udah langganan gitu, si penjual kayak sudah hapal aja kita mau beli apa. Jadi lebih enak aja komunikasinya 8. Membeli Di Pasar Tradisional Berarti Kamu Mendukung Usaha Kecil Semakin banyaknya minimarket dan supermarket menyebabkan pendapatan pedagang di pasar tradisional sedikit menurun. Seperti yang kamu tahu, pedagang di pasar tradisional biasanya adalah pedagang kecil. Jika para pedagang kecil ini omsetnya menurun, otomatis para produsen seperti petani dan peternak juga terkena dampaknya. Nah, jika kamu belanja di pasar tradisional secar nggak langsung berarti kamu juga mendukung usaha kecil para pedagang lokal sampai ke produsen lokal.

Bag. Pelayanan dan Pengembangan

18 Apr 2022 | 14:46

PERKENALAN DIREKTUR OPERASIONAL DAN SOSIALISASI PENINGKATAN SDM PERUMDA PASAR JOYOBOYO KOTA KEDIRI

Kediri, Selasa (8/2/2022) di kantor pusat Perumda Pasar Joyoboyo, telah dilaksanakan acara perkenalan Direktur Operasional Perumda Pasar Joyoboyo, pada kesempatan ini diperkenalkan Direktur Operasional Hariyono. ST. Direktur Umum Perumda Pasar Joyoboyo M. Ihwan Yusuf SH. MH menyampaikan selamat datang dan selamat bergabung kepada direktur operasional Perumda Pasar Joyoboyo. Direksi untuk saling bergandengan tangan dengan menjunjung tinggi integritas, bekerja keras dan bersedia menjadi pelayan pedagang maupun pelayan bagi pengunjung pasar. Ada 3 hal yang menjadi prioritas yaitu pasar sehat, bersih dan nyaman dan memberikan pelayanan yang baik untuk para pedagang maupun pengunjung pasar. Pesan M. Ihwan Yusuf SH. MH Haryono. ST Mengatakan bahwa ingin meningkatkan kinerja secara pendapatan maupun fasilitas penunjang pasar dengan cara berkolaborasi dengan jajaran pihak internal Perumda maupun eksternal Perumda, menyampaikan juga kedapannya kita harus bersama sama dalam satu payung Peerumda harus satu tujuan jangan berfikir semakin ketat harus sering berkoordinasi bersama sama karyawan Perumda Pasar Joyoboyo, kalau pasar bersih nyaman pasti pedagang maupun pengunjung akan datang ke pasar berbelanja dengan puas, mohon kerjasamanya dan sinergi dari semua untuk membangun Perumda Pasar Joyoboyo lebih maju, lebih hebat valuenya lebih tinggi.”tegas Hariyono.

Bag. Pelayanan Dan Pengembangan

04 Apr 2022 | 17:53